Gambaran Adopsi Rekam Medis Elektronik di Rumah Sakit X Tahun 2025
Abstract
Latar Belakang: Digital Maturity Index (DMI) digunakan untuk menilai kematangan transformasi digital pelayanan kesehatan, termasuk Rekam Medis Elektronik (RME). Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul telah menerapkan RME sejak tahun 2022 dan mengalami peningkatan nilai DMI komponen RME hingga tahun 2025. Namun, gambaran adopsi RME berdasarkan komponen RME dalam DMI tahun 2025 belum diketahui secara mendalam.
Tujuan: Mengetahui gambaran adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul Tahun 2025 berdasarkan aspek fungsi RME, patient-centered care, kedalaman RME, dan layanan personalisasi pasien.
Metode Penelitian: Metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen checklist, observasi, studi dokumentasi, dan wawancara tidak terstruktur. Data dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan penerapan RME di rumah sakit.
Hasil Penelitian: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul memperoleh nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Aspek fungsi RME telah mendukung pencatatan dan pengelolaan data pasien secara elektronik. Aspek patient-centered care telah mendukung evaluasi kepuasan pasien. Aspek kedalaman RME telah mendukung pengelolaan data pasien secara lengkap, meskipun fitur clinical decision support, identifikasi pasien berbasis teknologi, dan informed consent elektronik belum optimal. Aspek layanan personalisasi pasien telah mendukung kemudahan akses pelayanan, tetapi akses resume medis pasien secara online masih dalam pengembangan.
Kesimpulan: Adopsi RME di Rumah Sakit Nur Hidayah Bantul tahun 2025 telah berjalan baik dengan nilai DMI komponen RME sebesar 4,36 pada kategori managed. Pengembangan fitur pendukung keputusan klinis, identifikasi pasien berbasis teknologi, informed consent elektronik, dan akses informasi medis pasien secara online masih diperlukan.
Kata Kunci: RME, DMI, Adopsi RME, Rumah Sakit, Nur Hidayah.






