Behavior of visual inspection with acetate acid (VIA) test on women

Article History

Submited : August 10, 2018
Published : July 31, 2018

Every year according to WHO (World Health Organization), 490.000 women in the world are diagnosed with cervical cancer. The incidence of cervical cancer can be prevented by early detection, one of which is by VIA test. However, coverage of VIA in Central Bangka in Koba District is still very low. ie 3.25%. Knowing the factors that most influence the behavior of VIA test. This research uses an analytical survey method with a cross-sectional approach. Population in this research is women of reproductive age who are married as many as 64 respondents. Data analysis techniques use chi-square, Fisher exact test, and logistic regression. The behavior of VIA test is still low (23,4%). The result of bivariate analysis of the degree of confidence (CI) 95% obtained the significant relationship between, education (p-value =0,003), knowledge (p-value =0,000), access information (p-value =0,001), and support of community health worker s (p-value =0.001) with VIA test behavior. While age (p-value =0,637), parity (p-value =0,220), and husband / family support (p-value = 0,353. The most influential factor on VIA test behavior is community health worker support (PR =11.6 with 95% CI value (1,621-83,026)). The result of the logistic regression test obtained that together probability mother to do an examination of VIA if have higher education, got community health worker support, and supportive attitude is 22,05%. Majority of respondents are high risk aged, low education, low-risk parity, lack of knowledge, support,  and access to information, get support from their husbands/families and get support from community health worker s. There is a significant relationship between education, knowledge, attitudes, access to information, and community health worker support for VIA test behavior. The most influential factor in the behavior of VIA test is the support of community health workers.

  1. Savitri, Astrid..Kupas Tuntas Kanker Payudara, Leher Rahim, dan Rahim. Yogyakarta: Penerbit Pustaka Baru Press, 2015.
  2. Setiati, Eni. Waspadai Kanker Ganas Pembunuh Wanita; Kanker Rahim, Kanker Indung Telur, Kanker Leher Rahim, Kanker Payudara. Edisi 1. Jakarta : penerbit Andi. 2009.
  3. Rasjidi I. Epidemiologi Kanker Serviks. Indonesian Journal of Cancer. 2007; 3 (3) : 103-108.
  4. Depkes RI. (2010). KepMenKes RI Nomor 796/Menkes/SKVIII/2010 Tentang Pedoman Teknis Pengendalian Kanker Payudara dan Kanker Leher Rahim.
  5. Aprilyta F.N. Pengaruh Penyuluhan Kanker Serviks terhadap Tingkat Minat Pemeriksaan VIA pada Wanita Usia Subur di Dusun Jadan Tamantirto Bantul. Skripsi. Universitas ‘Aisyiyah, Yogyakarta. 2017.
  6. Marliana, Yunata.Akurasi Metode Inspeksi Visual Asam Asetat/VIA Untuk Deteksi Dini Kanker Leher Rahim.Jurnal Kesehatan Prima Vol.8 No. 2,2014.
  7. Kementerian Kesehatan RI. Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara di Indonesia 2007-2014. Buletin Jendela Data dan Informasi Kesehatan. Jakarta : Kementerian Kesehatan RI. Semester 1, 2015.
  8. Rokhmawati, Ika. Faktor yang berhubungan dengan PUS dalam deteksi dini kanker serviks dengan VIA diwilayah kerja puskesmas ngawen I kabupaten gunung kidul. FKM UI, 2011.
  9. Tarigan, Frida Lina. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Perilaku WUS Dalam Deteksi Dini Kanker Serviks Dikelurahan Dwikora Medan.IKM USCM-Indonesia, 2014.
  10. Nasihah, Mimiatun, dan Lorna, Sifia. Hubungan Antara Pengetahuan Dan Pendidikan Dengan Pelaksanaan Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui VIA.Jurnal midpro edisi 2, 2013.
  11. Kemenkes RI. Panduan Program Nasional Gerakan pencegahan Dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Dan Kanker Payudara. Jakarta: Dirjen P2PL, 2015.
  12. Dinkes Provinsi Bangka Belitung. Laporan Cakupan Pemeriksaan VIA, 2016.
  13. Puskesmas Koba. Buku Cacatan Pemeriksaan VIA tahun 2016. 2016.
  14. Pemerintah Desa Penyak. Profil Desa Penyak Tahun 2016. Penyak, 2016.
  15. Suwiyoga, Ketut. Akurasi Gineskopi dengan Bantuan Olesan Asam Asetat 5% untuk Deteksi Displasia pada Lesi Serviks. Bali : FK Udayana. 2008.
  16. Rohmawati, Ika. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Perilaku WUS dalam Deteksi Dini Kanker Serviks dengan Metode VIA di Wilayah Kerja Puskesmas Ngawen 1 Kabupaten Gunung Kidul Tahun 2011. Skripsi. Jakarta : FKM UI.
  17. Yuliawati. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Perilaku WUS dalam Deteksi Dini Kanker Leher Rahim Metode VIA di Wilayah Puskesmas Prembun Kabupaten Sleman Tahun 2012. Skripsi. Depok : Peminatan Kebidanan Komunitas, Universitas Indonesia. 2012.
  18. Gustiana D, Dewi Y.I, dan Nurchayati S. Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Kanker Serviks pada Wanita Usia Subur. Tesis, Jurnal Online Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Riau. 2014.
  19. Dalimartha. Deteksi Dini Kanker dan Simplisia Anti Kanker. Jakarta : Penebar Swadaya. 2004.
  20. Manuaba, Ida Bagus Gde. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Jakarta: EGC. 2009.
  21. Arum, Sheria Puspita. Kanker Serviks Panduan Bagi Wanita untuk Mengenal, Mencegah dan Mengobati. Jogyakarta:. Notebook. 2015.
  22. Sugiarsi, S. Pendidikan Kesehatan Pada Kelompok Ibu PKK Dalam Meningkatkan Pemahaman Masyarakat Untuk Mencegah Penyakit Kanker Serviks. Jurnal Maternal, 4:108-12. 2011.
  23. Pradono, J., Sulistyowati, N. Hubungan Antara Tingkat Pendidikan, Pengetahuan Tentang Kesehatan Lingkungan, Perilaku Hidup Sehat dengan Status Kesehatan. Buletin Penelitian Sistem Kesehatan. Vol. 17 No. 1 Januari 2014: 89–95. , 2013.
  24. Pandey R.A & Karmacharya E. Cervical cancer screening behabiour and associated factors among women of Ugrachandi Nala, Kavre, Nepal. Eur J Med Res. 2017. 22 : 32.
  25. Melva. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Kanker Leher Rahim pada Penderita yang Datang. Berobat di RSUP H. Adam Malik Medan Tahun 2008. Thesis. Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sumatera Utara Medan 2008. 2008.
  26. Dewi N.M.S.L, Suryani N, dan Murdani P. Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Sikap Wanita Usia Subur (WUS) dengan Pemeriksaan VIA di Puskesmas Buleleng 1. Jurnal Magister Kedokteran Keluarga. Vol 1, No.1, 2013 (57-66).
  27. Lisminawati, Heny. Pengetahuan, Minat, dan Keikutsertaan Melakukan Tes VIA pada Perempuan Pasca Penyuluhan tentang Kanker Serviks di Desa Caturharjo Sleman Yogyakarta. Thesis. Universitas ‘Aisyiah Yogyakarta. 2016.
  28. Sukamti, S. Aticeh. Maryanah. Pendidikan kesehatan dan Deteksi Dini Kanker Serviks Melalui Inspeksi Visual Asam Asetat. Jurnal Ilmu & Ilmu Tekhnologi Kesehatan, Jilid 1, No. 1, September 2013. 18-23. (2013).
  29. Masturoh,Eminia. Faktor-faktor yang mempengaruhi wanita usia subur (WUS) dalam melakukan deteksi dini kanker serviks metode inspeksi visual asam asetat(VIA). UNNES, 2016.
  30. Chaowawinit, W et al., (Asian Pacific Journal of Cancer Prevention, 2010). “Knowledge, Attitude and Behaviour of Bangkok Metropolitan Women Regarding Cervical Cancer Screening”.Asian Pacific Journal of Cancer Prevention vol 17, 2016.
  31. Priyaswati M, Puspitaningrum D, Rahmawati A. Gambaran pengetahuan dan sikap tentang pencegahan kanker leher rahim pada wanita yang sudah menikah usia < 20 tahun di wilayah kecamatan gayamsari kota semarang. 2014;40:17-19.
  32. Octavia C. Gambaran Pengetahuan Ibu Mengenai Pemeriksaan Pap Smear di Kelurahan Petisah Tengah Tahun 2009 [Karya Tulis Ilmiah]. Medan: Universitas Sumatera Utara; 2009.
  33. Sarini, NKM. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Pemeriksaan Pap Smear pada Wanita Usia Subur di Desa Pacung Wilayah Kerja Puskesmas Tejakula II Kecamatan Tejakula Kabupaten Buleleng Bali Tahun 2011. [Skripsi]. Jakarta:FKM UI; 2011.
  34. Reis, N et al. Knowledge, Behaviour, and Beliefs Related to Cervical Cancer and Screening among Turkish Women. APJCP. 2012. 13(4) :1463-1470.
  35. Susanti, Aris. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Rendahnya Kunjungan VIA di Wilayah Kerja Puskesmas Halmahera Kecamatan Semarang Tahun 2011. Skripsi. Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, 2011.
  36. Dewi, A.R., Nurdiaman, E., dan Achadiyani. Pembentukan Kader Kesehatan Untuk Meningkatkan Pengetahuan dan Kemampuan Melakukan Deteksi Dini Kanker Yang Sering Terjadi pada Wanita di Desa Sukamanah dan Desa Cihaurkuning, Kecamatan Malangbong Kabupaten Garut. Jurnal Aplikasi Ipteks untuk Masyarakat. Vol 2. No.2 November 2013 : 78 – 84.
Handayani, S., Setiyawati, N., & Arum, D. (2018). Behavior of visual inspection with acetate acid (VIA) test on women. Jurnal Kesehatan Ibu Dan Anak, 12(1), 29-39. https://doi.org/10.29238/kia.v12i1.73
Fulltext