Penurunan kadar mikroplastik pada tanah TPA Tambakrigadung dengan Effective Microorganism 4 (EM4)

Authors

  • Nur Afif Wahyuni Universitas Islam Lamongan, Indonesia
  • Marsha Savira Agatha Putri Universitas Islam Lamongan, Indonesia
  • Gading Wilda Aniriani Universitas Islam Lamongan, Indonesia
  • Denaya Andrya Prasidya Universitas Islam Lamongan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i2.2488

Keywords:

Mikroplastik, Biostimulasi, EM4, Degradasi mikroplastik, TPA Tambakrigadung

Abstract

TPA Tambakrigadung di Kecamatan Tikung, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, menghadapi masalah kapasitas sampah dan kontaminasi mikroplastik. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas biostimulasi EM4 dalam menurunkan kadar mikroplastik pada tanah di TPA tersebut. EM4 digunakan pada konsentrasi 100, 200, dan 300 µL untuk degradasi tiga jenis mikroplastik (fiber, fragment, dan film). Sampel diproses melalui pengeringan, pemisahan densitas dengan NaCl, dan destruksi bahan organik menggunakan Wet Peroxide Oxidation (WPO). Hasil menunjukkan bahwa EM4 meningkatkan degradasi mikroplastik dibandingkan dengan kontrol. Pada konsentrasi 100 µL, degradasi fiber mencapai 95%, fragment 88%, dan film 94%. Pada 200 µL, degradasi fiber menurun menjadi 50%, sedangkan fragment dan film tetap tinggi pada 70% dan 90%. Pada 300 µL, semua jenis mikroplastik menunjukkan degradasi yang hampir optimal, mencapai 95%. EM4 efektif dalam meningkatkan degradasi mikroplastik pada tanah di TPA Tambakrigadung, dengan konsentrasi optimal pada 300 µL.

 

Abstract: The Tambakrigadung landfill in Tikung District, Lamongan Regency, East Java, is facing issues of waste capacity and microplastic contamination. This study evaluates the effectiveness of EM4 biostimulation in reducing microplastic levels in the soil at this landfill. EM4 was used at concentrations of 100, 200, and 300 µL to degrade three types of microplastics (fiber, fragment, and film). Samples were processed through drying, density separation with NaCl, and organic matter destruction using Wet Peroxide Oxidation (WPO). Results showed that EM4 increased microplastic degradation compared to the control. At a concentration of 100 µL, fiber degradation reached 90%, fragment 95%, and film 95%. At 200 µL, fiber degradation decreased to 50%, while fragment and film remained high at 70% and 90%. At 300 µL, all types of microplastics showed nearly optimal degradation, reaching 95%. EM4 is effective in enhancing microplastic degradation in the soil at the Tambakrigadung landfill, with the optimal concentration at 300 µL.

Author Biographies

Nur Afif Wahyuni, Universitas Islam Lamongan

Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia

Marsha Savira Agatha Putri, Universitas Islam Lamongan

Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia

Gading Wilda Aniriani, Universitas Islam Lamongan

Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia

Denaya Andrya Prasidya, Universitas Islam Lamongan

Program Studi Kesehatan Lingkungan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Islam Lamongan, Lamongan, Jawa Timur, Indonesia

References

Bashir, M. F. (2022). Discovering the evolution of Pollution Haven Hypothesis: A literature review and future research agenda. Environmental Science and Pollution Research, 29(32), 48210–48232. https://doi.org/10.1007/s11356-022-20782-1

Biologi, D., & Alam, F. I. (2018). Perbandingan Pertumbuhan Bakteri Selulolitik Pada Media Nutrient Broth dan Carboxy Methyl Cellulose. 7(2), 7–9.

Ekosafitri, K. H., Rustiadi, E., & Yulianda, F. (2017). Pengembangan Wilayah Pesisir Pantai Utara Jawa Tengah Berdasarkan Infrastruktur Daerah: Studi Kasus Kabupaten Jepara. Journal of Regional and Rural Development Planning, 1(2), 145. https://doi.org/10.29244/jp2wd.2017.1.2.145-157

Firdaus, M., Trihadiningrum, Y., & Lestari, P. (2020). Microplastic pollution in the sediment of Jagir Estuary, Surabaya City, Indonesia. Marine Pollution Bulletin, 150(November), 110790. https://doi.org/10.1016/j.marpolbul.2019.110790

Lusher.et.al. (2015). Marine anthropogenic litter. Marine Anthropogenic Litter, 1–447. https://doi.org/10.1007/978-3-319-16510-3

Masura, J., Baker, J., Foster, G., & Arthur, C. (2015). Laboratory methods for the analysis of microplastics in the marine environment. NOAA Marine Debris Program National, July, 1–31. https://marinedebris.noaa.gov/sites/default/files/publications-files/noaa_microplastics_methods_manual.pdf

Maulana, J. I. (2023). Identifikasi Karakteristik dan Kelimpahan Mikroplastik pada Sampel Sedimen Kali Pelayaran Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur. Environmental Pollution Journal, 3(1), 600–610. https://doi.org/10.58954/epj.v3i1.119

Santika, S. A., Prasidya, D. A., Sulistiono, E., Savira, M., & Putri, A. (n.d.). Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Limbah Cair yang Terpapar Logam Pb Pabrik Silika Kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang ( PIER ) PENDAHULUAN Kabupaten Pasuruan memiliki sejumlah industri yang terletak di kawasan PIER ( Pasuruan Industrial Estate Rem. 1, 1–5.

Utami, I., Rahmawati, S., Tricahya, F. H., Pidianto, & Sakti, A. D. (2021). the Abundance and Characteristics of Microplastics in the Sediments of the Progo River of Yogyakarta, Indonesia. Journal of Sustainability Science and Management, 16(8), 289–306. https://doi.org/10.46754/jssm.2021.12.021

Wright, S. L., Thompson, R. C., & Galloway, T. S. (2013). The physical impacts of microplastics on marine organisms: a review. Environmental Pollution (Barking, Essex?: 1987), 178, 483–492. https://doi.org/10.1016/j.envpol.2013.02.031

Published

2025-08-08

How to Cite

Wahyuni, N. A., Putri, M. S. A., Aniriani, G. W., & Prasidya, D. A. (2025). Penurunan kadar mikroplastik pada tanah TPA Tambakrigadung dengan Effective Microorganism 4 (EM4). Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(2). https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i2.2488

Citation Check