Pendayagunaan sampah plastik menggunakan teknik ecobrick sebagai upaya efisien pengurangan sampah plastik
DOI:
https://doi.org/10.29238/sanitasi.v17i2.2521Keywords:
Sampah Plastik, Pengelolaan sampah, ecobrick, dampak berkelanjutanAbstract
Sampah plastik merupakan isu permasalahan yang tak kunjung usai. Hasil survey world bank mengatakan bahwa sampah Indonesia mengandung kadar organik yang berkisar diantara 62% dan kemudian diikuti oleh sampah plastik, logam, kaca dan kertas. Meski demikian masih banyak ditemukan pengelolaan sampah yang tak ramah lingkungan. Banyaknya pembuangan sampah sembarangan, pembakaran, dan juga penimbunan sampah yang ada di desa Patemon menjadikannya permasalahan yang harus dengan segera ditangani demi menjaga kesehatan lingkungan dan meminimalisir terjadinya penyakit yang tak diinginkan. observasi dilakukan berbarengan dengan wawancara dengan beberapa warga agar mudah memetakan masalah yang ada, yang kemudian di analisis serta divalidasi dengan mengadakan FGD (Forum Group Disscussions) dengan warga desa. Tujuan penelitian ini yakni untuk mengurangi sampah plastik dengan metode ecobrick yang dapat berdampak pada volume sampah yang ada di desa Patemon. Dengan begitu edukasi maupun pengelolaan sampah yang ramah lingkungan harus digalakkan, dan ecobrick hadir sebagai salah satu cara dalam menanganinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ecobrick memang menjadi salah satu cara yang efisien dalam mengatasi permasalahan tersebut. Dimulai dari pemilahan sampah yang telah terbuang sehingga dapat digunakan kembali dan dapat menjadi aset pribadi maupun desa Patemon sendiri. Dengan dikenalkannya ecobrick ini diharap masyarakat desa Patemon memiliki alternatif baru dalam mengelola sampah plastik.
Abstract: Plastic waste is a problem that never ends. World Bank survey results show that waste in Indonesia contains organic levels ranging from 62%, followed by plastic, metal, glass and paper waste. However, there is still a lot of waste management that is not environmentally friendly. The large number of indiscriminate dumping of rubbish, burning and also landfilling of rubbish in Patemon village makes it a problem that must be addressed immediately in order to maintain environmental health and minimize the occurrence of unwanted diseases. Observations were carried out simultaneously with interviews with several residents to easily map existing problems, which were then analyzed and validated by holding FGD (Forum Group Discussions) with village residents. The aim of this research is to reduce plastic waste using the ecobrick method which can have an impact on the volume of waste in Patemon village. In this way, education and environmentally friendly waste management must be encouraged, and ecobricks are present as one way to handle this. The research results show that ecobricks are indeed an efficient way to overcome this problem. Starting from sorting waste that has been thrown away so that it can be reused and can become a personal asset for the Patemon village itself. With the introduction of ecobricks, it is hoped that the Patemon village community will have a new alternative in managing plastic waste.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Husaini Hilmi Albarki, Nuzulia Nur Fadhilla, Mailena Lemansyah, Ahmad Hilmi Alwan, Moch. Assabiqun Auwal, Diaz Abeyasa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
With the receipt of the article by the Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Editorial Board and the decision to be published, then the copyright regarding the article will be diverted to Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan .
Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta as the publisher of Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan hold the copyright regarding all the published articles in this journal.
Sanitasi: Jurnal Kesehehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





