Analisis determinan perilaku 0pen defecation free di RW 03 Kademangan Kota Tangerang Selatan

Authors

  • Salsabila Mashnu'atul Khasanah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia
  • Rismawati Pangestika Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i1.2682

Keywords:

Open Defecation Free, Perilaku, Sanitasi, Jamban Sehat

Abstract

Open Defecation Free (ODF) merupakan pilar pertama dalam Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Meskipun telah lama diterapkan, berbagai tantangan masih ditemukan. Di RW 03 Kademangan, Kota Tangerang Selatan, sebanyak 215 rumah tangga belum memiliki akses terhadap jamban sehat dan masih membuang tinja di sungai atau kolam sekitar rumah, sehingga menghambat pencapaian status ODF di wilayah tersebut. Penelitian kuantitatif ini menggunakan desain cross-sectional untuk meneliti faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku ODF. Dari populasi sebanyak 1.172 rumah tangga, diambil sampel sejumlah 101 rumah tangga menggunakan teknik cluster sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan hubungan yang signifikan antara perilaku ODF dengan pengetahuan, sikap, kepemilikan jamban, dan peran petugas kesehatan (semua p-value < 0,001). Namun, variabel pendapatan (p-value = 0,116) dan dukungan tokoh masyarakat (p-value = 0,575) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Instansi terkait diharapkan terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perilaku ODF dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung program ini.

 

Abstract: Open Defecation Free (ODF) is the first pillar in STBM (Community Based Total Sanitation). Although this program has been implemented for a long time, there are still various challenges in its implementation, especially in the first pillar. In RW 03 Kademangan, South Tangerang City, as many as 215 households do not have access to healthy toilets and still dispose of feces into the rivers or ponds around their homes. This condition makes the area has not yet reached ODF (Open Defecation Free) status. This quantitative study used a cross-sectional design with a population of 1,172 households and a sample of 101 households selected through a cluster sampling technique. Data were collected through interviews and observations using questionnaires, then analyzed by univariate and bivariate analysis using the Chi-Square test (CI 95%, ???? = 0.05). Results showed a significant association between ODF behavior and knowledge (p-value < 0.001), attitude (p-value < 0.001), latrine ownership (p-value < 0.001), and the role of health workers (p-value < 0.001). However, the income variable (p-value = 0.116) and support from community leaders (p-value = 0.575) did not show a significant relationship. It is expected that relevant agencies continue to raise public awareness about the importance of ODF behavior and encourage active community participation in supporting this program.

Published

2025-02-12

How to Cite

Khasanah, S. M., & Pangestika, R. (2025). Analisis determinan perilaku 0pen defecation free di RW 03 Kademangan Kota Tangerang Selatan. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 18(1). https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i1.2682

Citation Check