Hubungan perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti

Authors

  • Meutia Nanda Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Khairani Septia Seriger Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Syahbrina Damanik Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Rizka Azzura Efsa Gurusinga Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia
  • Shasy Kirana Zahrani Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29238/sanitasi.v19i2.3302

Keywords:

3M Plus, Demam Berdarah Dengue, Aedes Aegypti, Risiko Perkembangbiakan Nyamuk, Perilaku Masyarakat

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui perilaku 3M Plus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain observasional analitik dan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Bandar Sinembah tahun 2026. Populasi berjumlah 820 orang, dengan sampel 89 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin (e = 10%) dan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan lembar observasi, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan perilaku 3M Plus yang baik cenderung memiliki risiko perkembangbiakan nyamuk yang lebih rendah. Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk (p < 0,05). Kesimpulannya, terdapat hubungan antara perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kesadaran masyarakat dalam menerapkan perilaku 3M Plus sebagai upaya pencegahan DBD.

 

Abstract: Dengue haemorrhagic fever (DHF) remains a public health problem caused by the Aedes aegypti mosquito. One preventive measure is the adoption of the 3M Plus behaviour. This study aims to determine the relationship between the 3M Plus behaviour and the risk of Aedes aegypti mosquito breeding. This study employed a quantitative method with an analytical observational design and a cross-sectional approach, conducted within the catchment area of the Bandar Sinembah Community Health Centre in 2026. The population comprised 820 individuals, with a sample of 89 respondents determined using the Slovin formula (e = 10%) and random sampling techniques. Data were collected via questionnaires and observation sheets, then analysed univariately and bivariately using the Chi-square test. The results indicated that respondents exhibiting good 3M Plus behaviour tended to have a lower risk of mosquito breeding. Statistical tests revealed a significant association between 3M Plus behaviour and the risk of mosquito breeding (p < 0.05). In conclusion, there is an association between 3M Plus behaviour and the risk of Aedes aegypti mosquito breeding. Therefore, it is necessary to raise public awareness of the importance of practising 3M Plus behaviour as a measure to prevent dengue fever.

References

Abbasi, E. (2025). Aedes aegypti and dengue: insights into transmission dynamics and viral lifecycle. Epidemiology and Infection, 153(e88), 1-8.

Bhatt, S., Gething, P. W., & Brady, O. J. (2021). The global distribution and burden of dengue.

Nature, 596(7871), 211-218

Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Kemenkes RI. (2023). Pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M Plus. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (2021). Health Behavior: Theory, Research, and Practice (6th ed.). Jossey-Bass.

Harapan, H., Rajamoorthy, Y., & Anwar, S. (2022). Knowledge, attitude, and practices regarding dengue virus infection among housewives: A community-based study. Lancet Regional Health - Southeast Asia, 3(100024), 1-11.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2021.

Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Strategi Nasional Penanggulangan Dengue 2021–2025. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue. Jakarta: Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2023.

Kemenkes RI.

Mils, B., & Febrianti, T. (2024). Perilaku pemberantasan sarang nyamuk dan kejadian demam berdarah dengue (DBD) Jakarta Barat. Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama, 13(1), 54–59.

Mordecai, E. A., Cohen, J. M., & Evans, M. V. (2022). Thermal biology of mosquito-borne disease transmission: Mechanisms and predictive models. Ecology Letters, 25(8), 1825-1841.

Morin, C. W., Comrie, A. C., & Ernst, K. (2023). Climate and dengue transmission: Evidence and implications for early warning systems. Environmental Health Perspectives, 131(4), 047001.

Muslikhah, L. A., & Husain, F. (2024). Hubungan perilaku 3M Plus terhadap angka bebas jentik nyamuk di Wilayah Kerja Puskesmas Polokarto. Public Health and Safety International Journal, 4(02), 334–345.

Nanda, M., Purba, A. F. H., Nur Asia, E. S., Wiranika, D. S. O., Gultom, K., Harahap, S. A., Widyana, & Harahap, S. (2024). Pengaruh Penyuluhan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan Siswa Siswi Perguruan Islami Amalia Mengenai Pencegahan dan Pengendalian Vektor Penyakit Demam Berdarah Dengue. An-Nadaa: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 11(1), 92–96.

Notoatmodjo, S. (2018). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.

Nugroho, S., & Rahmawati, A. (2022). Hubungan perilaku masyarakat dengan angka bebas jentik di daerah endemis DBD. Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia, 21(2), 112–120.

Periatama, S., Lestari, R. M., & Prasida, D. W. (2022). Hubungan perilaku 3M Plus dengan kejadian demam berdarah dengue (DBD). Jurnal Surya Medika (JSM), 7(2), 77–81.

Pramudita, R., Windy, W., Yusmitha, A., Salsabila, F. P., & Sahrul, M. (2024). Pencegahan demam berdarah dengan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) melalui 3M Plus. Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Masyarakat LPPM UMJ.

Prasetyowati, H., Ipa, M., & Wahono, T. (2021). Evaluasi Peran Serta Masyarakat dalam Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik terhadap Indeks Jentik Aedes aegypti. Jurnal Vektor Penyakit, 15(2), 113-122.

Rahmasari, F. F., Kurniasari, F., Bachtiar, A., & Candi, C. (2025). Tinjauan Sistematis Dampak Perubahan Iklim terhadap Kejadian Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di Asia Tenggara: Analisis Artikel Tahun 2016-2025. SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 4(3), 809-821.

Sasmita, R., Umami, R., & Zahra, A. (2023). Ketahanan Desikasi Telur Aedes aegypti dan Implikasinya Terhadap Efektivitas Program Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Jurnal Epidemiologi Kesehatan Komunitas, 8(1), 45-53.

Siregar, S., Mulyani, S., Rizky, V. A., Akmal, D., & Sutriyawan, A. (2023). Pengaruh keberadaan jentik dan perilaku 3M Plus terhadap kejadian demam berdarah dengue. Jurnal Kesehatan Komunitas (Journal of Community Health), 9(3), 456–463.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Alfabeta.

Suhartati, R., Fardan, M., & Sulhan, D. S. M. H. (2025). Analisis Faktor Pengetahuan, Gaya Hidup dan Kebersihan Lingkungan Terhadap Risiko Penularan Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Jurnal Analis Kesehatan, 14(1), 54-59.

Universitas Airlangga. (2023). Program kontrol vektor nyamuk Aedes aegypti di Indonesia. Wilder-Smith, D., Ooi, E. E., Horstick, O., & Wills, B. (2020). Dengue. The Lancet, 393(10169), 350–363

World Health Organization. (2025). Dengue: Global Situation, Surveillance and Progress-2024 Update. Geneva: WHO.

Published

2026-08-08

How to Cite

Nanda, M., Seriger, K. S., Damanik, S., Gurusinga, R. A. E., & Zahrani, S. K. (2026). Hubungan perilaku 3M Plus dengan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes Aegypti. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(2). https://doi.org/10.29238/sanitasi.v19i2.3302

Citation Check