Pengaruh variasi daya lampu sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan

Authors

  • Desty Nawangwulan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Redi Yudha Irianto Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Nia Yuniarti Hasan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Neneng Yetty Hanurawati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29238/sanitasi.v17i1.2507

Keywords:

Industri pangan, air bersih, desinfeksi, daya lampu ultraviolet-C, Coliform

Abstract

Industri pangan menggunakan air bersih dalam proses produksinya, namun air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan kualitas mikrobiologi karena mengandung Coliform, maka diperlukan pengendalian menggunakan desinfeksi sinar ultraviolet-C. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh daya sinar ultraviolet-C terhadap reduksi bakteri Coliform dalam air bersih di industri pangan. Variasi yang digunakan dalam penelitian lampu ultraviolet-C dengan daya sebesar 15, 20, dan 30 watt menggunakan panjang gelombang 254 nm, dan lama paparan selama 30 detik. Penelitian ini merupakan penelitian sungguhan, dilakukan 6 kali pengulangan, desain penelitiannya adalah pre-posttest tanpa control. Teknik pengambilan contoh sesaat adalah teknik pengambilan sampel yang digunakan. Populasi pada penelitian seluruh air bersih di WTP industri pangan, air bersih di outlet reservoir 2 dijadikan sampel penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 36. Uji statistik One Way Anova digunakan untuk menganalisis data. Hasil uji anova p value 0,008<0,05 menunjukkan bahwa daya lampu sinar ultraviolet-C berpengaruh siginifikan terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan. Hasil penelitian menyatakan sinar ultraviolet-C dengan daya lampu 15 watt menurunkan bakteri Coliform hingga 97%, 20 watt menurunkan 98%, dan 30 watt menurunkan hingga 99,85% dari bakteri Coliform sebanyak 1.709 CFU/100 ml. Industri dapat menggunakan metode desinfeksi sinar ultraviolet-C untuk mereduksi bakteri Coliform pada air bersih.

 

Abstract: The food industry uses clean water in its production processes, but the water used does not meet microbiological quality requirements because it contains coliform bacteria, so control using ultraviolet-C disinfection is necessary. This study aims to determine the effect of ultraviolet-C light power on the reduction of coliform bacteria in clean water in the food industry. The variations used in this study were ultraviolet-C lamps with power ratings of 15, 20, and 30 watts using a wavelength of 254 nm and an exposure time of 30 seconds. This study was a real study, conducted 6 times, with a pre-posttest design without control. The instant sampling technique was the sampling technique used. The population in the study was all clean water in food industry WTPs, and clean water at reservoir outlet 2 was used as the research sample with a sample size of 36. The One Way Anova statistical test was used to analyze the data. The results of the anova test with a p value of 0.008<0.05 showed that the power of the ultraviolet-C lamp had a significant effect on the reduction of Coliform bacteria in clean water in the food industry. The results of the study stated that ultraviolet-C light with a lamp power of 15 watts reduced Coliform bacteria by 97%, 20 watts reduced it by 98%, and 30 watts reduced it by 99.85% from 1,709 CFU/100 ml of Coliform bacteria. Industries can use the ultraviolet-C light disinfection method to reduce Coliform bacteria.

References

Afrianita, R., Komala, P. S., & Andriani, Y. (2016). Kajian kadar sisa klor di jaringan distribusi penyediaan air minum Rayon 8 PDAM Kota Padang. Dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi Lingkungan II (pp. 144–151).

Artiningrum, T., & Havianto, C. A. (2018). Pengenalan sanitasi lingkungan. Deepublish.

Black, J. M., & Hawks, J. H. (2005). Medical-surgical nursing. Elsevier.

Chyntia. (2020). Perbedaan lama paparan sinar UV-C terhadap penurunan total coliform pada air bersih di PT X (Skripsi tidak dipublikasikan). Poltekkes Kemenkes Bandung.

Gusman Arsyad, A., Rukmana, N., & Wahyuni, S. (2022). Dasar-dasar kesehatan lingkungan. Tahta Media.

Kowalski, W. (2009). UVGI disinfection theory. Ultraviolet germicidal irradiation handbook (pp. 17–50). Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-642-01999-9_2

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 02 Tahun 2023 tentang Kesehatan Lingkungan. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://peraturan.bpk.go.id/Details/218779/permendagri-no-2-tahun-2023

Natalia, L. A., Bintari, S. H., & Mustikaningtyas, D. (2014). Kajian kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kabupaten Blora. Unnes Journal of Life Science, 3(1). https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ujls/article/view/3646

Ningsih, D. U. R., Karmini, M., & Hidayah, N. (2021). Perbedaan daya lampu ultraviolet-C terhadap penurunan jumlah bakteri coliform pada air bersih di industri logam. Jurnal Riset Kesehatan Poltekkes Depkes Bandung, 13(2), 422–426. https://doi.org/10.34011/juriskesbdg.v13i2.1931

National Water Research Institute. (2012). Ultraviolet disinfection guidelines for drinking water and water reuse (G. M. Vartanian, Ed.; 3rd ed.). National Water Research Institute. https://www.nwri-usa.org/_files/ugd/632dc3_c8ab78b05021452c8a520c3b6dba48ca.pdf

Pelczar, M. J., & Chan, E. C. S. (2010). Dasar-dasar mikrobiologi 1. UI Press.

Ramadhan, M. N. (2021). Air bersih: Perkembangan dan teknologi pengolahannya. IRDH.

Rompas, T. M., Rotinsulu, W. C., & Polii, B. J. V. (2017). Analisis kandungan E. coli dan coliform kualitas air baku dan air bersih PAM Manado dalam menunjang Kota Manado yang berwawasan lingkungan (Laporan penelitian). Universitas Sam Ratulangi. https://repo.unsrat.ac.id/2116/

Said, N. I. (2018). Disinfeksi untuk proses pengolahan air minum. Jurnal Air Indonesia, 3(1), 15–28. https://doi.org/10.29122/jai.v3i1.2314

Sarinaningsih. (2018). Pengaruh intensitas lama waktu penyinaran dan posisi sumber sinar ultraviolet terhadap reduksi jumlah bakteri E. coli pada air sumur (Laporan penelitian). Universitas Mataram. http://eprints.unram.ac.id/11270/1/JURNAL.pdf

Silaban, D. P. (2018). Karbon aktif dari arang tempurung kelapa limbah mesin boiler sebagai bahan penyerap logam Cd, Cu dan Pb. Jurnal Dinamika Penelitian Industri, 29(2), 119. https://ejournal.kemenperin.go.id/jdpi/article/view/5864

Suprapto. (2019). Buku panduan praktikum fisika dasar. JDS.

Syarifudin, A., Rahmawati, D., & Hidayat, T. (2014). Efektivitas “portable UV disinfection” dalam menurunkan angka bakteri (Escherichia coli spp.) pada air minum. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2). https://ejournal.fkm.unsri.ac.id/index.php/jkl/article/view/105

Tarigan, A. (2020). Penggunaan sinar ultraviolet (UV) sebagai desinfektan pada air minum di Kota Semarang: Kajian pustaka hasil-hasil penelitian.

Tsalina, T. (2023). Perbedaan daya lampu ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri coliform pada air bersih (Skripsi tidak dipublikasikan). Poltekkes Kemenkes Bandung.

Wulansarie, R. (2012). Sinergi teknologi ozon dan sinar UV dalam penyediaan air minum sebagai terobosan dalam pencegahan penyakit infeksi diare di Indonesia (Skripsi). Universitas Indonesia. http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/20310142-S43042-Sinergi%20teknologi.pdf

Downloads

Published

2024-02-28

How to Cite

Nawangwulan, D., Irianto, R. Y., Hasan, N. Y., & Hanurawati, N. Y. (2024). Pengaruh variasi daya lampu sinar Ultraviolet-C terhadap penurunan bakteri Coliform pada air bersih di industri pangan. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 17(1), 48–57. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v17i1.2507

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.