Perbedaan umpan pada multiple live trap terhadap kepadatan tikus

Authors

  • Regita Jasmine Adelin Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Nurul Hidayah Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Lubis Bambang Purnama Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia
  • Teguh Budi Prijanto Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.29238/sanitasi.v19i1.2552

Keywords:

Variasi Umpan, Multiple Live Trap, Kepadatan Tikus

Abstract

PT. X merupakan industri yang bergerak di bidang perkebunan. Berdirinya industri tersebut menimbulkan masalah baru yang erat kaitannya dengan kesehatan manusia yang dimana salah satu masalah yang muncul yaitu vektor dan binatang pembawa penyakit yaitu tikus. Pada tubuh tikus terdapat beberapa hewan lain (parasit) yang ada di dalam tubuh (endoparasit) dan di luar tubuh (ektoparasit) yang merupakan penyebab banyak jenis penyakit. Berdasarkan hasil pengukuran kepadatan tikus (success trap) didapatkan sebanyak 3 ekor tikus atau (>1) dinyatakan dalam kategori tinggi menurut Permenkes No 2 Tahun 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepadatan tikus dengan dua variasi umpan yaitu ceker ayam dan ikan asin dengan menggunakan multiple live trap dengan pengulangan masing-masing umpan sebanyak 9 kali. Peletakan perangkap 5-6 m dengan menggunakan garis lurus atau menyesuaikan dengan kondisi dan waktu pemasangan perangkap 15.00-08.00. Jenis penelitian ini eksperimental dengan desain penelitian posttest-only control group design. Sampel dalam penelitian ini yaitu tikus yang terperangkap di sekitar ruang produksi di PT. X. Hasil penelitian menunjukan bahwa jumlah tikus yang terperangkap menggunakan umpan ceker ayam sebanyak 4 ekor tikus (57,14%), ikan asin sebanyak 3 ekor (42,85%). Analisis data menggunakan Uji Mann-Whitney menunjukan tidak terdapat perbedaan antara jenis umpan ceker ayam dan ikan asin menggunakan multiple live trap, dengan nilai p value sebesar 0,730 (>0,05). Saran bagi penelitian ini adalah menggunakan umpan dengan berbau menyengat.

 

 

Abstract: PT. X is a company operating in the plantation sector. The establishment of this company has given rise to new issues closely linked to human health, one of which is the presence of vectors and disease-carrying animals, namely rats. Rats harbour various organisms (parasites) both inside their bodies (endoparasites) and on their bodies (ectoparasites), which are the cause of many types of disease. Based on the results of rat density measurements (success trap), a total of 3 rats were recorded, which is classified as ‘high’ according to Ministry of Health Regulation No. 2 of 2023. This study aimed to determine rat density using two types of bait—chicken feet and salted fish—with multiple live traps, repeating the experiment nine times for each bait type. Traps were placed 5–6 m apart in a straight line or adjusted according to site conditions, and were set between 15:00 and 08:00. This was an experimental study employing a post-test-only control group design. The sample comprised rats trapped around the production areas at PT. X. The results showed that the number of rats trapped using chicken feet as bait was 4 rats (57.14%), whilst those trapped using salted fish as bait was 3 rats (42.85%). Data analysis using the Mann-Whitney test showed no significant difference between the chicken feet and salted fish baits when using multiple live traps, with a p-value of 0.730 (>0.05). A recommendation for this study is to use bait with a strong odour.

References

Blum, H. L. (1974). Evaluating health care. Medical care, 999-1011.

Hurst, J. L., Beynon, R. J., Roberts, S. C., & Wyatt, T. D. (Eds.). (2008). Chemical signals in vertebrates 11. Springer Science+ Business Media, LLC. https://doi.org/10.1007/978-0-387-73945-8

Johnson, N. S., Muhammad, A., Thompson, H., Choi, J., & Li, W. (2012). Sea lamprey orient toward a source of a synthesized pheromone using odor-conditioned rheotaxis. Behavioral Ecology and Sociobiology, 66(12), 1557-1567. https://doi.org/10.1007/s00265-012-1409-1

Kementerian Kesehatan RI. Profil Kesehatan Indonesia 2020. 2021.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia. 2023. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023.

Mufida, E., & Fikri, M. (2015). Perangkap Tikus Otomatis menggunakan Sensor Passive Infrared (PIR) Berbasis Mikrokontroler Atmega16. Jurnal Techno Nusa Mandiri, 12(2), 191-198. https://doi.org/10.33480/techno.v12i2.449

Priyambodo, S. (2006). Tikus. In H. S. Singgih & K. H. Upik (Eds.), Hama permukiman Indonesia (pp. 195–212). Unit Kajian Pengendalian Hama Permukiman (UKPHP).

Rahmadayani, F. (2019). Survei keberadaan tikus di Gudang Pelabuhan Belawan Wilayah Kerja Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Medan tahun 2019. https://ecampus.poltekkes-medan.ac.id/jspui/handle/123456789/

Republik Indonesia. (2019). Peraturan Pemerintah Nomor 86 Tahun 2019 Tentang Keamanan Pangan.

Singleton, G. R., Leirs, H., Hinds, L. A., & Zhang, Z. (1999). Ecologically-based management of rodent pests–re-evaluating our approach to an old problem. Ecologically-based Management of Rodent Pests. Australian Centre for International Agricultural Research (ACIAR), Canberra, 31, 17-29.

Siswandeni, B. (2020). Perbedaan umpan kelapa bakar dan ikan asin bulu ayam dalam penangkapan tikus. Jurnal Penelitian Kesehatan, 18(2), 8-11. https://jpk.poltekkesdepkes-sby.ac.id/index.php/JPK/article/view/54

Walukow, S. R., Kiroh, H. J., Wahyuni, I., & Wungow, R. S. H. (2019). Tingkat kesukan jenis makanan dan pengaruhnya terhadap pertambahan berat badan tikus ekor putih (Rattus Xanthurus) di penangkaran ex-situ. ZOOTEC Учредители: Universitas Sam Ratulangi, 40(1), 182.

Yang, Y. P., Liu, H. Y., & Chao, Y. S. (2009). Trap gland morphology and its systematic implications in Taiwan Utricularia (Lentibulariaceae). Flora-Morphology, Distribution, Functional Ecology of Plants, 204(9), 692-699. https://doi.org/10.1016/j.flora.2008.09.009

Downloads

Published

2026-02-20

How to Cite

Adelin, R. J., Hidayah, N., Purnama, L. B., & Prijanto, T. B. (2026). Perbedaan umpan pada multiple live trap terhadap kepadatan tikus. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 19(1), 7–13. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v19i1.2552

Citation Check

Similar Articles

1 2 3 4 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.