Efektivitas pengolahan limbah cair tempe dengan sedimentasi dan fitoremediasi tanaman kayu apu (Pista Stratiotes L.)
DOI:
https://doi.org/10.29238/sanitasi.v18i1.1422Keywords:
Sedimentation, Phytoremediation, BOD, COD, TSSAbstract
Industri tempe di Karang Nongko RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY masih membuang limbah cair tempe langsung ke sungai. Limbah tersebut mengandung BOD 686,8 mg/L, COD 15.760 mg/L, dan TSS 438 mg/L yang belum memenuhi standar Perda DIY No. 7 Tahun 2016. Limbah cair tempe diolah dengan sedimentasi dan fitoremediasi tanaman kayu apu untuk menurunkan kadar BOD, COD, dan TSS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sedimentasi dan fitoremediasi tanaman kayu apu dalam memperbaiki kualitas limbah cair tempe. Jenis penelitian ini adalah true experiment. Pengolahan limbah cair tempe dengan debit 300 ml/menit, dialirkan ke bak sedimentasi dengan waktu kontak 2,5 jam dan bak fitoremediasi kayu apu (2.200 gram) dengan waktu kontak 24 jam. Rata-rata penurunan hasil uji pada parameter BOD, COD, dan TSS belum memenuhi baku mutu limbah industri tempe pada Perda DIY No. 7 Tahun 2016. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa pengolahan sedimentasi dan fitoremediasi tanaman kayu apu (Pistia stratiotes L.) mampu menurunan kadar BOD sebesar 35,33%, COD sebesar 41,94%, dan TSS sebesar 80,21%, namun pengolahan tersebut belum efektif dalam memperbaiki kualitas limbah cair tempe.
Abstract: The tempe industry in Karang Nongko RT 08, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY still dispose tempe wastewater directly into the river. These waste contains BOD 686,8 mg/L, COD 15.760 mg/L, dan TSS 438 mg/L which has not fulfilled standard of Regional Regulation of Yogyakarta Special Region Number 7 in the year 2016. Tempe wastewater processed by sedimentation and phytoremediation of kayu apu to reduce BOD, COD, and TSS levels. The aim of this research is to knowing the effectiveness of sedimentation and phytoremediation kayu apu in improving the quality of tempe wastewater. This type of research is a true experiment. Tempe wastewater treatment with the flow is 300 ml/minute, flowed into a sedimentation tank with the detention time of 2,5 hours dan a phytoremediation tank of kayu apu (2.200 grams) with the detention time of 24 hours. The average decrease test results in the parameters of BOD, COD, and TSS have not met the quality standard requirements of Regional Regulation of Yogyakarta Special Region Number 7 in the year 2016. Based on the results of the researchs, it can be concluded that sedimentation and phytoremediation of kayu apu treatment able to reduce BOD level of 35.33%, COD by 41.94%, and TSS by 80.21%, but the treatment have not been effective in improving the quality of tempe wastewater.
References
Andini, S. (2009). Pengaruh pengolahan anaerobik biofilter menggunakan Em4, sedimentasi, dan filtrasi terhadap kadar BOD dan TSS limbah cair industri tempe Dusun Kasihan, Tamantirto, Kasihan, Bantul, Yogyakarta. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Dinas Lingkungan Hidup Bantul. (2011). Data sumber pencemar. Dinas Lingkungan Hidup. https://dlh.bantulkab.go.id/filestorage/dokumen/2014/07/Lampiran 6.pdf.
Fachrurozi, M., Utami, L. B., & Suryani, D. (2014). Pengaruh variasi biomassa Pistia stratiotes L. terhadap penurunan kadar BOD, COD, dan TSS limbah cair tahu di Dusun Klero Sleman Yogyakarta. Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health), 4(1). https://doi.org/10.12928/kesmas.v4i1.1100
Fatimah, N. (2016). Efektifitas sedimentasi dan fitoremediasi bak ganda tanaman bambu air untuk menurunkan BOD, COD, dan TSS limbah cair tahu di Ngoto, Bangunharjo, Sewon, Bantul. Poltekkes Kemenkes Yogyakarta.
Hariyanti, F. (2016). Efektifitas subsurface flow-wetlands dengan tanaman enceng gondok dan kayu apu dalam menurunkan kadar COD dan TSS pada limbah pabrik saus. Universitas Muhammadiyah Semarang.
Hartoyo, S. (2018). Pedoman perencanaan teknik terinci sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat (1st ed.). Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Istighfari, S., Dermawan, D., & Mayangsari, N. E. (2018). Pemanfaatan kayu apu (Pistia stratiotes) untuk menurunkan kadar BOD, COD, dan fosfat pada air limbah laundry. Conference Proceeding on Waste Treatment Technology, 1(1), 103–108. https://journal.ppns.ac.id/index.php/CPWTT/article/view/461
Metcalf, L., Eddy, H. P., & Tchobanoglous, G. (2004). Wastewater engineering: treatment, disposal, and reuse (Vol. 4). McGraw-Hill New York.
Novita, E., Hermawan, A. A. G., & Wahyuningsih, S. (2019). Komparasi proses fitoremediasi limbah cair pembuatan tempe menggunakan tiga jenis tanaman air. JURNAL AGROTEKNOLOGI, 13(1), 16. https://doi.org/10.19184/j-agt.v13i01.8000
Nurfitriana, F. (2019). Fitoremediasi air tercemar timbal (Pb) menggunakan tanaman apu-apu (Pistia Stratiotes) dengan sistem kontinyu [UIN Sunan Ampel Surabaya.]. https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/33883/
Pradana, T. D., Suharno, S., & Apriansyah, A. (2018). Pengolahan limbah cair tahu untuk menurunkan kadar TSS dan BOD. Jurnal Vokasi Kesehatan, 4(2), 56. https://doi.org/10.30602/jvk.v4i2.9
PUSIDO Badan Standardisasi Nasional. (2012). Tempe: Persembahan Indonesia untuk dunia. Badan Standardisasi Nasional. https://repository.stikespersadanabire.ac.id/assets/upload/files/docs_1634524553.pdf
Rahadian, R., Sutrisno, E., & Sumiyati, S. (2017). Efisiensi penurunan COD dan TSS dengan fitoremediasi menggunakan tanaman kayu apu (Pistia Stratiotes L.) studi kasus: limbah laundry. Jurnal Teknik Lingkungan, 6(3), 1–8.
Ramadhan, A. F., Sutrisno, E., & Sumiyati, S. (2017). Efisiensi penyisihan bod dan phospat pada air limbah pencucian pakaian (Laundry) dengan menggunakan fitoremediasi tanaman kayu apu (Pistia Stratiotes L.). Jurnal Teknik Lingkungan, 6(3), 1–11.
Said, N. I., & Wahjono, H. D. (1999). Teknologi pengolahan air limbah tahu tempe dengan proses biofilter anaerob dan aerob. Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.
Sayow, F., Polii, B. V. J., Tilaar, W., & Augustine, K. D. (2020). Analisis kandungan limbah industri tahu dan tempe rahayu di Kelurahan Uner Kecamatan Kawangkoan Kabupaten Minahasa. Agri-Sosioekonomi, 16(2), 245–252.
Surbakti, S. (2017). Kajian kinerja instalasi pengolahan air limbah (IPAL) industri minuman PQR di Pandaan Kabupaten Pasuruan. Jurnal Spectra, 15(30), 31–44.
Syarifudin, M. A., Narto, N., & Santjoko, H. (2020). Reaktor pengolah dengan sistem biofilter untuk menurunkan BOD dan TSS limbah cair industri Susu Agro Prima di Turi, Sleman, Yogyakarta. Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan, 11(2), 75–79. https://doi.org/10.29238/sanitasi.v11i2.942
Taurisna, T. L. (2020). Pemanfaatan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes L.) untuk menurunkan kadar COD, BOD, TSS pada limbah cair industri tempe dengan menggunakan fitoremediasi sistem Batch [UIN Sunan Ampel Surabaya]. https://digilib.uinsa.ac.id/id/eprint/42561/
Zaman, B., & Syafrudin, S. (2015). Pengaruh waktu tinggal dan jumlah kayu apu (Pistia Stratiotes L.) terhadap penurunan konsentrasi BOD, COD dan warna. Diponegoro University. https://ejournal-s1.undip.ac.id/index.php/tlingkungan/article/view/8439
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2025 Riwanda Listya Kusumaningtyas, Bambang Suwerda, Tri Mulyaningsih

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
With the receipt of the article by the Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan Editorial Board and the decision to be published, then the copyright regarding the article will be diverted to Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan .
Environmental Health Department of The Polytechnic of Health of Yogyakarta as the publisher of Sanitasi: Jurnal Kesehatan Lingkungan hold the copyright regarding all the published articles in this journal.
Sanitasi: Jurnal Kesehehatan Lingkungan is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





